Langsung ke konten utama

mengevaluasi kegiatan administrasi keuangan dan membuat laporan hasilnya

Mengevaluasi Kegiatan Administrasi Keuangan
 Dan Membuat Laporan Hasilnya

1. Pengertian Evaluasi
     Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran. Evaluasi adalah suatu kegiatan sistematis dan terencana untuk mengukur, menilai, dan klasifikasi pelaksanaan dan keberhasilan program.

2. Pengertian Administrasi Keuangan
     Administrasi keuangan adalah suatu kebajikan mengenai pengadaan dan penggunaan keungan organisasi untuk mewujudkan kegiatan organisasi tersebut, dimana bentuknya berupa pengelolaan keungan meliputi perencanaan, pengaturan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan.

3. Evaluasi kegiatan administrasi keuangan
     Langkah evaluasi diperlukan untuk mengetahui berbagai kekurangan serta kelemahan selama proses dalam kegiatan administrasi keuangan. Dengan melakukan evaluasi, secara otomatis dapat diketahui pula segala kekurangan dan kelemahan dari proses kegiatan administrasi keuangan.
     Laporan kegiatan hasil evaluasi adalah suatu bentuk penyampaian informasi mengenai perkembangan suatu bentuk administrasi.
     Manfaat dari penyusunan laporan evaluasi kegiatan adalah sebagai berikut.
     a. Laporan kegiatan usaha dapat dijadikan indikator untuk pengembangan rencana selanjutnya.
     b. Laporan kegiatan usaha di evakuasi untuk penentuan langkah selanjutnya.
     c. Bukti laporan kegiatan yang telah dilaksanakan.
     d. Guna mengetahui proses dan perkembangan kegiatan yang diikuti.

ditulis oleh: fitri nur aini

Sumber:
1. Muftias, Anis. 2018. _Otomatisasi Tata Kelola Keuangan_. Bogor: Yudhistira
2. https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-administrasi-keuangan.html
3. https://sabilafatma.wordpress.com/2017/12/13/mengevaluasi-kegiatan-administrasi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dana pembangunan jembatan suramadu

Jembatan suramadu dibangun pada 20 Agustus 2003 di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri. Infrastruktur tersebut baru selesai dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Anggaran yang dihabiskan untuk membangun jembatan itu sebanyak Rp. 4,5 triliun.     Secara universal , modal pembiayaan pembangunan perkotaan diperoleh dari 3 sumber , yaitu pemerintah ,swasta , kerjasama antara pemerintah dan swasta. Sumber - sumber pendanaan tersebut diperoleh dari instrumen keuangan melalui pendapatan , hutang/pinjaman dan kekayaan. Sudah dua tahun jembatan Suramadu berjalan dengan fungsinya dan telah memberikan berbagai dampak (impact) yang cukup besar bagi Madura . Namun disisi lain setelah berdirinya jembatan Suramadu masih ada masalah besar. Pembangunan Jembatan Suramadu disubkontrakkan kepada Consortium of Indonesia Contractors (CIC), yang terdiri dari PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, serta PT Wijaya Karya. Dari CCC kemud...

PENDOKUMENTASIAN BUKTI-BUKTI TRANSAKSI

Hai, teman-teman. Selamat datang di ruang belajar pendidikan, kali ini ruang belajar pendidika akan membahas tentang prosedur pendokumentasian bukti-bukti transaksi. Bukti Transaksi Intern dan Ekstern Bukti Transaksi Intern : Bukti pencatatan perubahan posisi keuangan yang terjadi dalam kegiatan intern perusahaan itu sendiri.Contoh: Memo, bukti pengeluaran kas, dsb. Bukti Transaksi Ekstern Bukti pencatatan transaksi keuangan yang terjadi dengan pihak luar perusahaan.Contoh: Faktur, kuitansi, cek, dsb. Prosedur pendokumentasian bukti-bukti transaksi Pengelolaan dokumen atau pengarsipan dokumen bukti transaksi merupakan arsip yang penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, penyimpanannya harus tertib agar mudah dicari apabila dibutuhkan dan agar tidak mudah rusak. Berikut cara penyimpanan bukti transaksi yang baik: A. Peralatan yang digunakan          Peralatan yang digunakan dalam penyimpanan bukti transaksi adalah peralatan yang memban...

Pemerintah Tukar Guling Aset DKI Rp.150 Triliun Bangun Ibukota Baru

   Pemerintah akan menukar guling sejumlah aset di Jakarta untuk tambahan biaya membangun ibukota baru di Kalimantan pemerintah siap melakukan tukar guling aset Negara dengan valuasi sekitar Rp.150 Triliun.    Beberapa Aset tersebut meliputi gedung pemerintahan yang berada dipusat Jakarta seperti di kawasan Medan Merdeka, Thamrin, Sudirman, Kuningan dan SCBD.    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan salah satu pendanaan berasal dari kerja sama pemerintah dengan swasta.    Bambang sebelumnya menyampaikan bahan Pemerintah memiliki 4 skema tukar guling diantaranya: Skema pertama penyewaan gedung perkantoran kepada pihak kedua. Sewa dilepas dengan harga sesuai kontrak. Skema kedua melalui pembentukan perusahaan yang nantinya dibangun dua atau lebih entitas bisnis. Skema ketiga pemerintah menjual langsung gedung ke pengembang. Skema keempat pemerintah menyewakan gedung ke pihak pengembang. Namun, syaratny...