Hai teman-teman
Kali ini ruang belajar pendidikan akan membahas tentang Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun 2019.
Berdasarkan UUD 1945 pasal 23, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah wujud dari pengelolaan keuangan negara, ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesesar-besarnya kemakmuran rakyat.
1.) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengemukakan, ada beberapa hal yang sangat menonjol dalam APBN 2019.
Pertama, alokasi dana Program Keluarga Harapan (PKH) 2019 naik hampir dua kali lipat, dari Rp19,3 triliun menjadi Rp34,4 triliun. Dana yang akan diberikan kepeda 10 juta orang yang termasuk kelompok miskin itu dinaikkan untuk menurunkan tingkat kemiskinan yang masih di atas 9 persen.
Kedua, pemerintah akan memulai inisiatif mengembangkan kerangka pendanaan risiko bencana, baik yang berasal dari APBN maupun dalam skema transfer risiko bencana. Pendanaan diberikan melalui asuransi pertanian, asuransi nelayan, dan, mulai tahun 2019, asuransi barang milik negara.
Ketiga, untuk kementerian lembaga diharapkan terus fokus melakukan prinsip-prinsip tata kelola dan akuntabilitas di dalam membelanjakan dan efektivitas belanja di kementerian/lembaga sesuai dengan prioritas.
Keempat, untuk infrastruktur pembiayaan akan terus dikembangkan berbagai sumber pembiayaan termasuk creative financing yang tidak hanya berasal dari dana publik dan dari utang.
2.) Sri Mulyani menuturkan, defisit yang terjadi pada APBN Juli 2019 ini karena posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan.
~Dari sisi belanja
Belanja negara pada Juli 2019 mencapai Rp 1.236,5 triliun atau 7,9 persen di bandingkan periode yang sama tahun lalu.
~Dari sisi penerimaan
Pada Juli 2019 hanya mencapai Rp 1.052,8 triliun. Pendapatan negara itu tumbuh melambat 5,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang pertumbuhannya mencapai 16,5 persen.
3.) Menteri Sri Mulyani mengatakan peningkatan belanja pemerintah pusat tersebut terutama ditopang oleh belanja Kementerian Lembaga (KL) yang tercatat sebesar Rp481,69 triliun atau mencapai 56,31 persen terhadap APBN 2019. Jumlah tersebut juga meningkat 9,05 persen jika dibandingkan realisasi yang sama tahun sebelumnya.
Dari total belanja KL tersebut, alokasi anggaran diberikan untuk :
~Belanja pegawai pemerintah pusat
sebesar Rp166,35 triliun.
~Belanja barang sebesar Rp173,68 triliun. ~Belanja modal sebesar Rp63 triliun.
~Belanja sosial mencapai Rp78,6 triliun.
Sementara itu, pada sektor belanja non KL, kenaikan dapat terlihat pada pembayaran bunga utang sebesar Rp172,42 triliun atau meningkat 6,25 persen. Selanjutnya, penyerapan anggaran belanja untuk subsidi mencapai Rp103,45 triliun.
Berdasarkan APBN 2019, pemerintah berharap dan menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,3%. Untuk postur APBN 2019, pemerintah mematok pendapatan negara sebesar Rp2.165,1 triliun yang terdiri dari :
~Penerimaan perpajakan Rp1.786,4
triliun.
~Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP)
Rp378,3 triliun.
~Penerimaan hibah Rp400 miliar. ~Belanja negara 2019 dipatok
sebesar Rp2.461,1 triliun.
~Keseimbangan primer 2019
dipatok mencapai Rp20,1 triliun atau
jauh lebih rendah dibanding outlook
2018.
Dari target 2019 yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi meningkatkan perekonomian domestik, tentunya pemerintah harus lebih kerja keras. Dan terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi Indonesia antara lain, daya saing yang perlu ditingkatkan, mengejar ketertinggalan infrastruktur, perbaikan iklim investasi dan penguatan ekspor.
Pemerintah juga telah menetapkan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal ini sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM agar mampu menghadapi revolusi industri generasi keempat.
Melalui APBN 2019 ini, pemerintah berharap dapat menjawab mimpi-mimpi seluruh rakyat Indonesia.
Sumber:
-Internet
1. Andrew Silvio Sebastian Sianipar. 2019.
(https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/apa-kabar-apbn-2018-dan-ada-apa-di-apbn-2019)
2. Iwan supriyatna. 2019.
(https://m.suara.com/bisnis/2019/08/26/153711/belanja-lebih-besar-dari-pendapatan-apbn-2019-defisit-rp-1837-triliun)
3. Elisa valenta. 2018.
(https://beritagar.id/artikel/berita/apbn-2019-siap-dilaksanakan-rp2439-triliun-siap-dibelanjakan)
4. Kemenperin. 2019.
(https://kemenperin.go.id/artikel/19586/Menperin:-Pembangunan-SDM-Jadi-Prioritas-APBN-2019)
5. Dwi Aditya Putra. 2019.
(https://m.merdeka.com/uang/penyerapan-anggaran-belanja-apbn-2019-per-agustus-capai-rp-85773-triliun.html)
By: Dwi Agustin
Komentar
Posting Komentar